Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Kesejahteraan Ekonomi di Era Digital

John Chambers ; Direktur Eksekutif Cisco KOMPAS, 26 Januari 2017 Masyarakat dari seluruh penjuru dunia mengharapkan perubahan. Hasil pemilu baru-baru ini-yang paling menonjol jajak pendapat Brexit di Inggris Raya dan pemilu di Amerika Serikat-telah menunjukkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Dalam suasana semacam ini, para pemimpin sangat diharapkan mampu menjelaskan dan menyampaikan sebuah visi yang jernih menyangkut pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Visi ekonomi tersebut tidak semata berbicara tentang kebijakan pajak dan perdagangan, yang menjadi fokus dalam berbagai perdebatan dewasa ini, tetapi juga tentang digitalisasi. Mewakili potensi ekonomi senilai 19 triliun dollar AS hingga dekade ke depan, digitalisasi memampukan negara-negara untuk memacu pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), penciptaan lapangan pekerjaan, dan inovasi. Kita sudah melihat dampak digitalisasi pada negara-negara yang menggunakannya sebagai sumber kekuatan utama bagi berbagai strategi ekonomi...

Memikir Ulang Pendidikan

Daoed JOESOEF ; Alumnus Université Pluridisciplinaires Panthéon-Sorbonne KOMPAS, 25 Januari 2017 Memasuki 2017, demi menciptakan prospek ekonomi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menerbitkan paket kebijakan untuk mendorong investasi di sektor-sektor tertentu. Terlepas dari penilaian tepat-tidaknya relevansi tindakan tersebut, kebijakan ini adalah tindakan antisipatif pemerintahan yang terpuji sebab gouverner c’est prevoir, ”memerintah adalah memprediksi”. Dalam hal ini pemerintah menyatakan bahwa ke depan ada masalah nasional dan sanggup mengatakan kepada rakyat apa-apa yang tidak mereka sadari. Kebijakan serupa sebenarnya pantas diharapkan datang dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengingat di salah satu bidang yang menjadi tanggung jawabnya, yaitu pendidikan, terdapat segudang masalah yang perlu direspons secara relevan. Ujian nasional (UN), misalnya, jangan dianggap enteng. Ia adalah pucuk ...

Memikir Ulang Pendidikan

Daoed JOESOEF ; Alumnus Université Pluridisciplinaires Panthéon-Sorbonne KOMPAS, 25 Januari 2017 Memasuki 2017, demi menciptakan prospek ekonomi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menerbitkan paket kebijakan untuk mendorong investasi di sektor-sektor tertentu. Terlepas dari penilaian tepat-tidaknya relevansi tindakan tersebut, kebijakan ini adalah tindakan antisipatif pemerintahan yang terpuji sebab gouverner c’est prevoir, ”memerintah adalah memprediksi”. Dalam hal ini pemerintah menyatakan bahwa ke depan ada masalah nasional dan sanggup mengatakan kepada rakyat apa-apa yang tidak mereka sadari. Kebijakan serupa sebenarnya pantas diharapkan datang dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengingat di salah satu bidang yang menjadi tanggung jawabnya, yaitu pendidikan, terdapat segudang masalah yang perlu direspons secara relevan. Ujian nasional (UN), misalnya, jangan dianggap enteng. Ia adalah pucuk...

Media Sosial dan "Mendacity"

Bre Redana ; Wartawan Senior Kompas KOMPAS, 29 Januari 2017 Kalau dirasa-rasakan, media sosial dekat sekali dengan mendacity. Kosakata bahasa Inggris mendacity berasal dari kosakata Latin mendacitas, artinya kebohongan. Seseorang yang terus-menerus berbohong disebut memiliki karakter mendacity, karakter pembohong. Frustrasi kita menghadapi pembohong patologis seperti itu. Kini, seiring kian akrabnya orang dengan media sosial, makin diakrabi istilah hoax alias kabar bohong. Banyak kosakata baru seakan melekat dengan media sosial: hoax, hater, buzzer, follower, crowd, dan lain-lain. Mungkin karena sifat medianya, digerakkan saraf jari-jari yang lama-lama...

Melajukan Evolusi Pendidikan

Istilah evolutionary hangover merupakan pemikiran bahwa evolusi biologis pada manusia, yang merupakan mekanisme alam guna beradaptasi terhadap suatu perubahan lingkungan, kadang seperti "limbung bangun kesiangan" atau kurang sigap. DIDIE SW Gejala ini muncul saat terlalu cepatnya proses evolusi budaya dibandingkan dengan kemampuan evolusi genetika dalam meresponsnya. Misalnya, evolusi genetika manusia terlambat merespons perubahan lingkungan, seperti peningkatan paparan beberapa senyawa kimia buatan baru yang karsinogen, beracun, dan mutagenic (Ehrlich, 2000). Gejala serupa terjadi dalam hubungan dunia pendidikan dengan lapangan kerja. Kemajuan pesat teknologi di era ini telah mengubah bagaimana manusia hidup sekaligus merombak drastis tatanan lapangan pekerjaan. Dampak rasional perubahan pada pola kehidupan sekaligus dunia kerja ialah munculnya tuntutan kecakapan baru. Menanggapi hal ini, pendidikan perlu meresponsnya dengan membelajarkan kecakapan baru yang dituntut la...